Dalam menghadapi perjalanan jarak jauh, salah satu keputusan terpenting yang harus diambil oleh calon pembeli adalah memilih mobil bertenaga bensin atau diesel. Dilema ini telah menjadi perdebatan klasik di dunia otomotif, di mana setiap jenis mesin memiliki keunggulan dan kekurangan yang signifikan. Pilihan yang tepat tidak hanya memengaruhi performa dan biaya operasional, tetapi juga kenyamanan selama berkendara. Pemahaman mendalam tentang karakteristik kedua mesin ini menjadi kunci untuk mengambil keputusan yang paling sesuai dengan kebutuhan.
Mesin bensin telah lama menjadi pilihan favorit karena karakternya yang halus dan responsif. Mesin ini menawarkan akselerasi yang cepat dan performa yang lebih tenang, menjadikannya ideal untuk penggunaan dalam kota dan perjalanan yang membutuhkan kecepatan. Perawatan mobil bensin juga cenderung lebih sederhana dan biaya suku cadangnya lebih terjangkau. Namun, untuk perjalanan jarak jauh, efisiensi bahan bakar menjadi pertimbangan utama. Mesin bensin umumnya memiliki konsumsi bahan bakar yang lebih boros dibandingkan diesel, terutama saat melaju di jalan tol dengan kecepatan konstan. Hal ini dapat meningkatkan biaya operasional secara signifikan jika Anda sering melakukan perjalanan antarkota. Pada sebuah riset yang dilakukan oleh lembaga konsumen pada awal tahun 2025, tercatat bahwa rata-rata biaya bahan bakar mobil bensin untuk perjalanan Jakarta-Surabaya (sekitar 780 km) bisa mencapai Rp 50.000 hingga Rp 75.000 lebih mahal dibandingkan mobil diesel dengan kelas yang sama.
Sebaliknya, mesin diesel dikenal dengan torsinya yang besar dan efisiensi bahan bakarnya yang luar biasa. Torsi besar ini memberikan kekuatan ekstra, yang sangat berguna saat melewati tanjakan atau membawa muatan berat, menjadikan diesel pilihan populer untuk kendaraan komersial atau SUV. Memilih mobil bertenaga diesel untuk perjalanan jarak jauh seringkali dianggap lebih ekonomis karena jarak tempuh per liter bahan bakar yang lebih jauh. Mesin diesel juga memiliki durabilitas yang lebih tinggi dan mampu bertahan dalam kondisi kerja berat. Namun, ada beberapa kelemahan yang perlu dipertimbangkan. Mesin diesel cenderung menghasilkan suara dan getaran yang lebih keras dibandingkan bensin, meskipun teknologi modern telah banyak mengurangi kekurangan ini. Biaya perawatan mesin diesel juga bisa lebih mahal, terutama jika menggunakan teknologi injeksi common-rail yang membutuhkan bahan bakar berkualitas tinggi.
Aspek lain yang harus dipertimbangkan dalam memilih mobil bertenaga adalah ketersediaan bahan bakar dan regulasi emisi. Di Indonesia, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk diesel sudah cukup merata, tetapi ketersediaan jenis diesel berkualitas tinggi, seperti Dex, mungkin tidak sebanyak Pertamax Turbo. Selain itu, regulasi pemerintah terkait emisi kendaraan juga semakin ketat. Mesin diesel modern dilengkapi dengan teknologi Diesel Particulate Filter (DPF) dan Selective Catalytic Reduction (SCR) untuk mengurangi emisi, namun sistem ini membutuhkan perawatan khusus dan dapat menambah biaya.
Secara keseluruhan, keputusan ada di tangan Anda, tergantung pada prioritas. Jika Anda mengutamakan performa responsif dan biaya perawatan yang lebih rendah, serta lebih sering berkendara dalam kota, mobil bensin adalah pilihan yang bijak. Namun, jika Anda sering melakukan perjalanan jarak jauh, membawa muatan berat, dan mengutamakan efisiensi bahan bakar dan torsi, maka memilih mobil bertenaga diesel akan memberikan keuntungan lebih besar dalam jangka panjang.