Peningkatan kualitas lomba nasional di Jambi dimulai dari pembenahan sumber daya manusia yang berada di garis depan sirkuit. Marshall bukan sekadar orang yang mengibarkan bendera, melainkan individu yang harus memiliki ketangkasan, pemahaman regulasi, dan kemampuan pengambilan keputusan cepat dalam situasi darurat. IMI Jambi menyadari bahwa kesalahan kecil dalam memberikan sinyal bendera atau keterlambatan dalam menangani kecelakaan dapat berdampak fatal. Oleh karena itu, kurikulum pelatihan disusun secara sangat ketat, mencakup teori navigasi lintasan, prosedur medis dasar, hingga pemahaman mendalam tentang buku peraturan olahraga otomotif.
Fokus utama pada sertifikasi marshalling adalah untuk menciptakan standarisasi kemampuan yang merata di seluruh pengurus wilayah. Selama ini, sering terjadi perbedaan persepsi mengenai aturan main di antara petugas lapangan di berbagai daerah. Dengan adanya sertifikasi resmi dari IMI, setiap petugas yang bertugas di Jambi telah melalui ujian kompetensi yang valid. Mereka dilatih untuk tetap tenang di bawah tekanan dan memiliki koordinasi yang baik dengan race director. Sertifikat ini bukan sekadar lembaran kertas, melainkan bukti profesionalisme bahwa penyandangnya adalah orang-orang terpilih yang berhak mengawal jalannya kompetisi balap resmi.
Langkah strategis yang diambil oleh IMI Jambi ini juga bertujuan untuk menarik minat penyelenggara event nasional agar lebih sering melirik sirkuit-sirkuit di Jambi sebagai tuan rumah. Jambi memiliki potensi infrastruktur balap yang berkembang, namun tanpa dukungan kru lapangan yang tersertifikasi, potensi tersebut sulit untuk dioptimalkan. Dengan menjamin ketersediaan marshall yang kompeten, IMI Jambi memberikan rasa aman bagi para promotor dan sponsor. Mereka yakin bahwa investasi yang mereka tanamkan dalam sebuah perlombaan tidak akan sia-sia karena dikelola oleh tim teknis yang sangat paham akan prosedur keselamatan dan operasional perlombaan.
Rahasia di balik keunggulan petugas di Jambi terletak pada konsistensi pelatihan yang dilakukan secara berkala, bukan hanya saat akan ada perlombaan besar. Para peserta pelatihan diajak melakukan simulasi berbagai skenario di lapangan, mulai dari tumpahan oli di lintasan, cuaca buruk yang tiba-tiba berubah, hingga penanganan kebakaran pada kendaraan. Kedisiplinan yang diterapkan dalam pelatihan ini menyerupai pendidikan kepemimpinan, di mana setiap individu harus tahu tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Hasilnya, event-event balap yang diselenggarakan di Jambi kini dikenal sebagai salah satu yang paling tertib dan memiliki angka insiden teknis yang sangat rendah.