Dunia otomotif di wilayah Sumatera terus mengalami perkembangan yang sangat dinamis, seiring dengan munculnya talenta-talenta muda di bidang balap motor maupun mobil. Untuk mengarahkan energi positif para pemuda ini agar tidak terjebak dalam aksi balap liar yang membahayakan, pihak pengurus daerah organisasi motor di Jambi mengambil langkah proaktif. Melalui agenda Pertemuan IMI Jambi yang melibatkan berbagai elemen pecinta mesin, dilakukan upaya konsolidasi untuk menyamakan persepsi mengenai pentingnya standarisasi dalam setiap penyelenggaraan ajang kompetisi di wilayah tersebut.
Kegiatan ini secara khusus merangkul berbagai Komunitas Otomotif yang ada di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Para ketua klub dan tokoh-tokoh senior otomotif diajak berdiskusi mengenai hambatan yang selama ini dirasakan dalam menyelenggarakan atau mengikuti ajang balap. Salah satu poin utama yang diangkat adalah pentingnya legalitas dan prosedur keamanan dalam setiap event. Tanpa koordinasi yang baik dengan induk organisasi, sebuah acara balap berisiko tidak memiliki jaminan asuransi serta pengawasan teknis yang memadai, yang pada akhirnya dapat merugikan semua pihak yang terlibat jika terjadi kecelakaan.
Fokus diskusi dalam pertemuan tersebut adalah melakukan Bahas Regulasi yang bersifat teknis maupun administratif sesuai dengan standar nasional. Para peserta diberikan penjelasan mendalam mengenai kategori kelas balap, spesifikasi mesin yang diperbolehkan, hingga standar kelengkapan perlengkapan keselamatan bagi pembalap. Pemahaman mengenai aturan main ini sangat penting agar setiap kompetisi yang diadakan di Jambi memiliki kredibilitas yang tinggi dan dapat diakui hasilnya di tingkat nasional. Regulasi yang jelas juga berfungsi untuk melindungi hak-hak atlet agar mereka berkompetisi dalam ekosistem yang jujur dan adil.
Kampanye mengenai pentingnya Balap Resmi terus digaungkan untuk meredam maraknya aksi balap liar di jalan raya yang sering meresahkan warga. Pihak organisasi berkomitmen untuk memfasilitasi izin penyelenggaraan event dengan lebih mudah asalkan syarat-syarat keselamatan terpenuhi. Di wilayah Jambi, ketersediaan lahan yang dapat dijadikan sirkuit non-permanen sebenarnya cukup memadai, namun diperlukan manajemen yang baik untuk mengelolanya. Melalui forum ini, komunitas diajak untuk saling bekerja sama dalam menyusun kalender kegiatan tahunan agar tidak terjadi bentrokan jadwal antar event.