Hidrasi adalah aspek yang sering dianggap sepele oleh para pembalap pemula, padahal dampaknya terhadap performa di lintasan sangatlah masif. IMI Jambi membagikan strategi penting mengenai hidrasi yang harus dilakukan tepat sebelum seorang pembalap terjun ke dalam medan balapan. Tubuh manusia yang kekurangan cairan bahkan hanya sebesar 2% dari berat badan dapat menyebabkan penurunan drastis dalam fungsi kognitif dan ketajaman reaksi, dua elemen yang menjadi nyawa bagi setiap pembalap.
Tepat di sini berarti bukan sekadar minum air dalam jumlah banyak secara mendadak. Tips dari IMI Jambi adalah melakukan hidrasi progresif. Proses ini dimulai setidaknya 24 jam sebelum balapan dimulai. Minum air secara bertahap memastikan bahwa sel-sel tubuh terhidrasi dengan baik dan tingkat elektrolit dalam darah tetap stabil. Jika pembalap hanya meminum air dalam jumlah besar tepat sebelum balapan, cairan tersebut hanya akan membebani perut dan membuat pembalap merasa tidak nyaman atau kembung saat berada di kokpit.
Selain air mineral, pemilihan cairan yang mengandung elektrolit sangat krusial. Selama balapan, pembalap mengeluarkan keringat dalam jumlah banyak yang membawa serta garam-garam mineral penting. Mengganti cairan saja tidak cukup; tubuh membutuhkan natrium, kalium, dan magnesium untuk menjaga fungsi saraf dan kontraksi otot tetap lancar. Tanpa elektrolit yang cukup, pembalap rentan mengalami kram otot, yang bisa menjadi bencana saat sedang melakukan pengereman keras atau mengendalikan kemudi dengan presisi tinggi.
Imi Jambi juga menyarankan untuk menghindari minuman berkafein atau minuman dengan kadar gula tinggi sesaat sebelum balapan. Kafein yang berlebihan dapat meningkatkan detak jantung di luar kendali dan menyebabkan dehidrasi tambahan, sementara gula yang tinggi menyebabkan sugar crash—penurunan energi secara tiba-tiba di tengah balapan—yang akan merusak fokus. Pilihan terbaik adalah air putih atau minuman isotonik yang telah diuji kecocokannya dengan tubuh masing-masing pembalap saat latihan.
Edukasi mengenai tanda-tanda dehidrasi juga diberikan agar pembalap mampu mengenali kondisi tubuh mereka secara mandiri. Gejala seperti mulut kering, pusing, atau perubahan warna urin adalah indikator yang harus diwaspadai. Dengan memiliki pemahaman yang baik, pembalap dapat menyesuaikan asupan cairan mereka secara tepat. Strategi hidrasi ini bukanlah sesuatu yang statis, tetapi sesuatu yang harus disesuaikan dengan kondisi cuaca, durasi balapan, dan intensitas fisik yang akan dihadapi.