Di dalam dunia balap aspal yang sangat kompetitif, manuver menyalip di tikungan seringkali menjadi momen penentu kemenangan. Untuk menguasai teknik tersebut, Sekolah Balap yang dikelola oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jambi kini secara resmi menjadikan teknik pengereman lambat atau Late Braking ala pembalap Spanyol sebagai materi kurikulum utama. Spanyol dikenal sebagai gudang pembalap motor kelas dunia yang memiliki gaya balap agresif namun sangat terkontrol di titik pengereman. Inisiatif di Jambi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pembalap muda agar memiliki keberanian yang didasari oleh perhitungan teknis yang matang saat melakukan aksi overtaking.
Penggunaan metode Teknik Late Braking ini membutuhkan pemahaman mendalam mengenai distribusi bobot kendaraan dan batas maksimal cengkeraman ban. Para instruktur di Jambi melatih siswa untuk menunda titik pengereman sedekat mungkin dengan tikungan, namun tetap mampu menjaga kecepatan keluar (exit speed) yang optimal. Di Spanyol, teknik ini dipelajari dengan melakukan latihan berulang kali untuk merasakan sensor pada tuas rem dan stabilitas suspensi depan. Pembalap di Jambi diajarkan bagaimana melakukan pengereman keras tanpa menyebabkan roda depan terkunci atau kehilangan keseimbangan, sebuah keahlian yang memisahkan antara pembalap amatir dan pembalap profesional yang matang.
Sekolah balap di bawah naungan IMI Jambi juga melengkapi fasilitas latihannya dengan marka lintasan yang presisi untuk menandai titik pengereman ideal. Siswa didorong untuk terus bereksperimen menggeser titik tersebut sedikit demi sedikit hingga menemukan batas maksimal motornya. Penguasaan teknik ini tidak hanya soal nyali, tetapi juga soal ketenangan mental. Pembalap harus mampu tetap rileks saat motor berguncang hebat akibat deselerasi mendadak. Dengan menguasai pengereman lambat, seorang pembalap memiliki peluang lebih besar untuk menutup ruang bagi lawan atau justru mengambil celah sempit di bagian dalam tikungan, sebuah strategi yang sangat umum di sirkuit-sirkuit pendek Indonesia.
Selain aspek teknis, penerapan standar Spanyol ini juga melibatkan analisis video dan data telemetri sederhana. Setiap sesi latihan direkam untuk melihat sudut kemiringan motor dan momen saat rem mulai ditekan. Melalui bedah video ini, pembalap muda di Jambi dapat melihat secara langsung kesalahan posisi tubuh yang mungkin menghambat efektivitas pengereman. Pendidikan yang komprehensif ini bertujuan agar pembalap tidak hanya “bermain perasaan”, tetapi memahami hukum fisika yang bekerja di balik setiap gerakan motor. Hal ini sangat penting untuk membangun fondasi karier yang kuat sebelum mereka melangkah ke kejuaraan yang lebih tinggi seperti level nasional maupun Asia.