Teknologi Cylinder Deactivation: Ketika Mesin 8 Silinder Bekerja Serasa 4 Silinder

Mesin berkapasitas besar, seperti V8 atau V12, menawarkan tenaga dan suara yang luar biasa, namun sering dikritik karena konsumsi bahan bakar yang boros dan emisi yang tinggi, terutama saat berkendara santai atau dalam kondisi cruising di jalan tol. Untuk mengatasi dilema ini, pabrikan mobil mewah dan performa telah mengadopsi solusi cerdas yang disebut Cylinder Deactivation (CDA), atau Active Fuel Management. Teknologi Cylinder Deactivation memungkinkan mesin mematikan beberapa silindernya secara selektif (misalnya, mematikan empat silinder pada mesin V8), sehingga mesin besar dapat beroperasi layaknya mesin kecil yang efisien. Inovasi ini memberikan keseimbangan optimal antara performa bertenaga dan efisiensi bahan bakar yang signifikan, tanpa mengorbankan pengalaman berkendara.

Prinsip kerja Teknologi Cylinder Deactivation berpusat pada penonaktifan katup (valve) dan sistem pengapian pada silinder yang tidak dibutuhkan. Ketika kondisi mengemudi menunjukkan beban rendah—seperti saat mobil melaju dengan kecepatan konstan di jalan datar, atau idle yang lama—ECU (Engine Control Unit) akan memberikan perintah untuk mematikan katup intake dan exhaust dari beberapa silinder (misalnya, silinder 1, 4, 6, dan 7 pada V8). Katup-katup ini tetap tertutup, mencegah udara dan bahan bakar masuk. Pengapian di silinder tersebut juga dimatikan. Hasilnya, mesin tersebut sementara waktu bertransformasi menjadi mesin 4 silinder yang mengonsumsi lebih sedikit bahan bakar.

Transisi dari mode 8 silinder ke mode 4 silinder harus terjadi dengan sangat mulus sehingga pengemudi hampir tidak menyadari perubahannya. Inilah letak kompleksitas Teknologi Cylinder Deactivation. Proses aktivasi dan deaktivasi ini terjadi dalam hitungan milidetik. ECU terus memantau puluhan parameter, termasuk posisi pedal gas, kecepatan kendaraan, dan suhu oli mesin (misalnya, oli harus berada di atas suhu $50^\circ\text{C}$). Jika ECU mendeteksi permintaan tenaga mendadak (misalnya, pengemudi menekan pedal gas untuk menyalip), silinder yang mati akan segera dihidupkan kembali (dinyalakan api dan katup dibuka).

Manfaat terbesar dari sistem ini adalah penghematan bahan bakar yang nyata, terutama di perkotaan dan jalan bebas hambatan. Sebagai contoh, dalam perjalanan uji coba selama 6 jam yang dilakukan oleh salah satu produsen mobil pada 12 Agustus 2024, ditemukan bahwa mesin V8 yang dilengkapi CDA mampu mencapai penghematan bahan bakar rata-rata $15\%$ hingga $20\%$ dalam mode cruising dibandingkan jika mesin beroperasi penuh 8 silinder. Selain menghemat bahan bakar, pengurangan jumlah pembakaran sementara juga membantu mengurangi emisi gas buang, memungkinkan mobil bertenaga besar memenuhi standar emisi lingkungan yang semakin ketat.